Serumpun bunga
daun hijau lebat kembang dua warna
putih cemerlang dan merah membara
tapi ini bukan rumpun bunga
ini wilayah pemukiman
di ujung Jakarta paling selatan
yang semula megah termimpikan
berembel country estate
bahasa seberang kebanggaan yang garang
Dulunya kebun dan ladang
melinjo dan harum pandan
tumpuan hidup dan harapan
petani yang merdeka
tangan-tangan pemodal
dari dua rumpun bangsa
yang satu lelaki dari tanah Batak
lainnya turunan Robinhood dari hutan Sherwood
menggusurnya
dengan bujuk rayu lembar rupiah
Mak Ipah perajin tikar
Kong Iming petani buah,
Encing Rejab penggarap tambak
dan Mang Suta juru kunci makam
melepas tanah waris
merengkuh lembar rupiah
meraih permata dambaan dan impian
Dalam kurun yang pendek
batang melinjo, pandan, dan buahan
rebah lebur terpuruk dan membusuk
dari bawahnya muncul gedung megah
beratap genting tanah merah
berpuluh mobil mewah
terpampang di depan rumah
tuan berdasi dan nyonya bergaun sutera
berkacak pinggang menatap ke segenap arah
sisa tanah dan orang-orang yang tersisih
luapan gemuruh kebanggaan di dada
gairah harapan menjadi orang utama
di antara beribu yang papa
Namun harapan menjadi hampa
lelaki dari tanah Batak
penuh hasrat menggerayangi langit
semangat keserakahan memagut
dan si Robinhood dari hutan Sherwood
meregang busur melepas anak panah
lalu keduanya saling bercakar
Nusa Indah tersia
kumuh dan meranggas
masih adakah kebanggaan pribadi
bagi tuan berdasi dan nyonya bergaun sutera asli?
Andy Wasis
Nusa Indah 1 September 2007
9.22.2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar