9.23.2007

LINTAS PERCINTAAN

LINTAS PERCINTAAN

Krui

kau permata yang kudambakan
galian emas hijau dan
regukan getah damar
sekarang dan sejak dulu-dulu juga
terhampar dalam penyusutan sia-sia

Kubu Perahu

kau hantarkan kemesraan
di lekuk liku aliran sungai kecilmu
dalam hangat darah kelelakianku
tegar tersiram putih pasirmu

kudambakan cintamu
kurindukan rajutan kasihmu
‘kan kubawa dalam tualang
merengkuh hidup yang timpang

Liwa

secupak bunga di hamparan
Bukit Barisan
dengan kesejukan yang nyaman

secupak bunga di kaki
gunung pasagi
urat nadi alur sumatera

secupak bunga
yang tak pernah bisa mekar
tak pernah beroleh senyum
gadis ayu dibiarkan rindu sendiri

Fajar Bulan

manis
kita tidak perlu saling sapa
aku datang dengan semangat baja
mawar kemesraan di dada
cangkul dan parang jadi senjata

manis
kita tebas rerumput dan semak belukar
di atas tanah perawan
sejak fajar merekah kita tebarkan
benih padi dan palawija
sampai purnama di bulan muka
kita buat pesta
kemenangan dan kemegahan

Tanjungkarang

di semerbak tubuhmu
gairahku lumat
hidup dan ajal menggeliat

tanjungkarang
bayang-bayangmu menyentuh hati rapuh
di sudut lembahmu ragaku berlabu

Tidak ada komentar: