9.28.2010

SETEGUK ANGGUR PAHIT

= Buat seseorang di ujung penantian


Kutinggalkan kau di lembah penderitaan

lembah yang kita gali

dalam ketidak pastian dan perselingkuhan

tapi kau amat tegar

mereguk cawan berisi anggur pahit memuakkan

tak juga kau muntahkan

walau perutmu mual menyebalkan

dari ku,

kau memang layak menerima pujian

tetapi dari perempuan lain di sisiku

kau layak mendapat makian

telah kau cabik-cabik lembar kisah keagungannya

maafkan aku

aku harus memilih bukit pertama pendakian

ketimbang menuruni lereng tersia dipenantian

karena di puncak bukit sana

ada rumput purun hijau menanti elusan tangan lembut

dan siraman manis madu kehidupan yang beruntut

sebagai penelusuran hayat yang berlanjut

yang akan gersang bila kuturuni lereng sampai ke lembah

pintaku

setitik pengertian

hapus angan yang tak pasti

jagalah dari mimpi

biarkan mentari membara di keluasan padang

menghanguskan takdir yang nyalang


Tanjungkrang, 1979

Catatan: Ini puisi lawas kuposting kembali karena syarat kenangan masa lalu