= Buat seseorang di ujung penantian
Kutinggalkan kau di lembah penderitaan
lembah yang kita gali
dalam ketidak pastian dan perselingkuhan
tapi kau amat tegar
mereguk cawan berisi anggur pahit memuakkan
tak juga kau muntahkan
walau perutmu mual menyebalkan
dari ku,
kau memang layak menerima pujian
tetapi dari perempuan lain di sisiku
kau layak mendapat makian
telah kau cabik-cabik lembar kisah keagungannya
maafkan aku
aku harus memilih bukit pertama pendakian
ketimbang menuruni lereng tersia dipenantian
karena di puncak bukit
ada rumput purun hijau menanti elusan tangan lembut
dan siraman manis madu kehidupan yang beruntut
sebagai penelusuran hayat yang berlanjut
yang akan gersang bila kuturuni lereng sampai ke lembah
pintaku
setitik pengertian
hapus angan yang tak pasti
jagalah dari mimpi
biarkan mentari membara di keluasan
menghanguskan takdir yang nyalang
Catatan: Ini puisi lawas kuposting kembali karena syarat kenangan masa lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar