7.24.2010

JANGAN DUGA LUBUKKU

- Untuk anak cucuku

Jangan kau tatap aku dengan mata nyalangmu
tak kan terduga berapa dalam lubukku
rongga jantungmu tak mampu memompa darah
sepanjang nadi dan syaraf rapuh di tubuhku
jangan resah karena jalanmu terantuk
batu sandung di halaman yang kosong dan suntuk

tak mampu kau menata kerapuhan raga di rongga tua ini
tak kuasa kau terjemahkan sekelumit isyarat nuraniku
sekali pun dengan sejuta penyihir dari kastil tua
di lembah bayang berkas samar kabut menjelaga

berpalinglah
hindari terpaan beliung
jangan kejar camar yang bertarung
jangan tebar dendam yang menggulung
karena kelak kau yang bakal terhempas
leleh jadi berkas kayu lapuk meranggas

raga rapuh ini pernah mengantarmu
ke tengah luasan hamparan angin yang mengelus batang
ranum di teras langit
tak kan bisa kau balas kendati dengan ringgit sebukit
atau dengan seribu bidadari yang kau turunkan dari alam gaib
maka sekaranglah sebaiknya kau tebar teratai
jangan tunda sampai segalanya tak lagi bisa kau gapai

Andy Wasis 24072010

1 komentar:

Dheyllia mengatakan...

Sedih nya,adhel baca ngak terasa air mata netes...