Kaum kapitalis pada dekade kini menebarkan kepada masyarakat konsumerisme secara terpola. Sehingga terbentuklah kelompok masyarakat yang konsumtif. Masyarakat yg konsumtif ini cenderung kehilangan rasa sosial. Mereka menjadi pribadi yg arogan, berupaya sekuat daya memperkaya diri demi terpenuhinya kebutuhan konsumtif mereka. Untuk pemenuhan kebutuhan tersebut jalan apa pun mereka lakukan. Sifat2 semacam inilah yang menyebabkan orang berani korupsi, mngakali dan mendustai orang lain.
Koruupsi adalah perbuatan mungkar yg diharamkan oleh agama mau pun hukum negara. Karena kerugian akibat korupsi dampaknya sangat luas; di antaranya terbentuknya kaum miskin.
Agama, terutama Islam tidak menghendaki adanya kaum miskin. Islam mengajarkan kepada umatnya rasa kasih terhadap sesama, saling tolong-menolong inilah bentuk pola sosialisme Islam. Di antaranya dengan zakat, infaq, sadaqah, dan sebagainya.
Maka hindarilah konsumerisme dengan keteguhan iman dan taqwa. Yang paling besar perisai untuk menahan konsumerisme itu adalah SABAR. Kemanjaan sifat konsumtif dapat ditaklukan dengan sabar. Rasa sabar siap menerima semua qadha (ketentuan Tuhan). Firman Allah,"Bersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah" (An-Nahl: 127)
- Andy Wasis 290610 -
6.29.2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar