1.
Perempuan lugu setengah baya itu
melangkah tegar
kandungannya telah mendekati bulan kelahiran
dia memang sangat mendambakan kehadiran buah cinta
seorang anak lelaki
penerus generasi
dari lelaki pilihan Tuhan
Imran
dengan wajah ceria dia berdoa,
“Ya, Tuhanku
anak dalam kandunganku ini
adalah nazarku kepada-Mu
jadikanlah dia hamba
yang taat hanya kepada Engkau
Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.”
namun, dari rahim perempuan lugu itu
lahir seorang anak perempuan
tak ada sesal, tiada kesal
perempuan itu tetap berserah diri
“Terima kasih,Tuhanku
dia adalah pilihanmu
kunamakan anak ini Maryam
aku mohon kepada-Mu
perlindungan bagi keturunannya.”
Tuhan melindungi dan mendidik
perawan Maryam
Dia menentukan pengasuhnya
Zakaria sang paman
pemelihara Baitul Magdis
Setiap kali Zakaria menemui Maryam di migrab
di sisinya senantiasa tersedia
berbagai penganan
Zakaria bertanya,
“Dari mana kau dapat makanan itu?”
Ramah perawan Maryam menjawab,
“Dari Allah.
Dia memberi rezeki
kepada siapa saja yang dikehendaki.”
2.
Ketika Maryam mulai beranjak remaja
Jibril datang dan berkata,
“Hai Maryam
Allah memilihmu,
mensucikan dan melebihkanmu
dari perempuan-perempuan lain di alam ini
Patuhlah pada Tuhanmu
sujud dan ruku
bersama orang-orang yang ruku.”
Beberapa masa kemudian
Jibril muncul lagi di hadapan Maryam
Mariam takzim memberi salam,
“Salam ya Malaikat Tuhan
pesan apa gerangan yang hendak kausampaikan?”
Lembut Jibril berujar,
“Ya, Maryam aku membawa seruan Tuhan
Allah memberi kabar gembira kepadamu
Engkau akan memperoleh putra
Almasih - si pengembara.
Isa putra Maryam
yang kelak menjadi orang terkemuka
di dunia dan akhirat
menjadi salah seorang dari mereka
yang dekat kepada Allah
dia dapat bercakap-cakap
sejak masih dalam buaian
dia merupakan salah seorang di antara
orang-orang saleh.”
Maryam terpana,
runduk bertanya,
“Ya Tuhanku
akankah aku memperoleh anak
sebelum ada lelaki yang menyentuhku?”
Begitulah Allah
menciptakan yang dikehendaki-Nya
Apabila Dia memutuskan sesuatu
Dia hanya cukup berkata “jadilah”
maka jadilah dia
Allah akan mengajarkan kepada Isa
kitab, hikmah, Taurat, dan Injil
dia akan menjadi rasul Bani Israil
3.
Perawan Maryam mengandung
Hatinya cemas dan gelisah
pergunjingan bakal menghadang
dia mengasingkan diri
ke tempat nun jauh
jauh sekali
tiba saat melahirkan
dia bernaung di bawah sebatang pohon kurma
hati gundah, perasaan resah
Maryam mengeluh;
“Alangkah baik jika aku mati saja
dengan begitu aku ‘kan terlupakan
sirna dari kaum dan kerabat.”
Suara Jibril menggema
“Maryam, jangan engkau berduka
Tuhan telah menjadikan anak sungai di depanmu!
Goyangkanlah pohon kurma itu
buah kurma masak
akan berjatuhan di hadapanmu
makan, minum, dan bergembiralah!”
was-was dan cemas menghujam di hati,
“Bagaimana kelak aku menghyadapi
kaum dan kerabat?”
getar suara Jibril,
lembut
penyejuk gundah hati,
“Jika kelak engkau bertemu seseorang
katakan,
Aku telah berjanji kepada Allah
berpuasa pada hari ini
tak ingin bercakap dengan siapa pun!”
Dari rahim perawan Maryam
lahirlah sesosok lelaki kecil
sehat, rupawan, berwajah menawan
Maryam menggendongnya
penuh kasih dan sayang
membawa lelaki kecil itu kepada kaumnya
Kaumnya terkejut menyaksikan
bayi dalam dekapan Maryam
sak dan prasangka menghujam
“Engkau telah membuat perkara
dalam kaum kita
Tahukah engkau, wahai saudara perempuan Harun
ayahmu bukan lelaki jahat
ibumu tak pernah berbuat laknat
anak siapa gerangan dalam dukunganmu?”
Maryam memberi isyarat
agar kaumnya bertanya
kepada bayi dalam rengkuhan
tak yakin mereka,
”Bertanya kepada bayi
mampukah dia berbicara?”
Tiba-tiba
Bayi dalam gendongan Maryam menyahut
membuat kerabat terkejut,
“Sesungguhnya
aku adalah hamba Allah
Allah memberiku kitab
menjadikan aku seorang Nabi
Allah memberkati aku di mana aku berada
Dia memerintahkan aku salat dan zakat
berbuat baik kepada ibu sepanjang hayat
Allah tidak mejadikan aku congkak dan celaka
Keselamatan atasku pada hari dilahirkan,
wafat, dan dibangkitkan
Sesungguhnya Allah
adalah Tuhanku
dan Tuhan kamu
Sembahlah Dia
Inilah jalan yang lurus!”
Allah menjadikan
putera Maryam dan ibunya
sebagai tanda kekuasaan-Nya
2007
(Sumber QS : Ali Imran, Maryam dan Al-Mukminun)
5.10.2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
Om tulisan2nya gak di bukuin lagi aja..., bagus2 ceritanya..- Luddy -
Posting Komentar