4.30.2010

MENEBAR SENYUM DAN KASIH SAYANG


hampir saja tebing terjal itu meluluh-lantak diri
perempuan yang sudah lebih dari lima dasa warsa mendampingiku
mamacu semangat
- Bangkit!
Engkau belum lagi rapuh. Lihat di sekitar taman yang telah kau bentuk
aneka kuntum bunga menatap sambil senyum
mereka bangga karena masih ada engkau
lelaki tua pangkal ranah kehidupan
menebar wajah serah pasrah dengan kasih sayang

- Akankah mereka kau tinggalkan
runtuh sedih tak lagi menebar gairah di taman yang kau bina dengan susah payah

- Ayo lelaki tua
bentangkan kedua lengan
tebarkan senyum kasih sayang
buat semua dan siapa saja, karena
memberi kegembiraan bagi siapa pun adalah anugrah

maka di ujung dini hari ini
aku berdiri
menebar senyum,
kegembiraan dan kasih sayang

Tangsel, 01 Mei 2010
Andy Wasis

Tidak ada komentar: