Merambung
desa kecil di lereng Rajabasa
saat garang matahari menebar cahaya
lahan dan ladang gersang
melebarkan derita
melepas cinta redam di dada
memudar rindu di rongga kata
Merambung
desa kecil di lereng rajabasa
sisa gunung api yang pernah jaya
merekam sejarah perlawanan
di abad delapan belas silam
lereng-lerengnya kini gersang
batang cengkeh dambaan
runtuh ditebas keserakahan
tak ada lagi gadis-gadis
bergelang kaki emas
berkain tapis serat nanas
berjalan ke pekan menyunggi keranjang
dengan bibir merah alami dan wajah riang
bila malam saat bulan sabit menyunggi langit
gardu jaga sepi
tak ada lagi bujang yang memetik mendolin
melagukan tembang kasih
seputih bunga kopi
Merambung
desa kecil di lereng Rajabasa
terpanggang kemarau berkepanjangan
puncak, lereng, lembah,
tak menyisakan rumput dan ilalang
dan anak sungainya
kehilangan aroma belerang
Merambung
rindu sejoli yang telah renta
hasrat meyambangi hijau dedaunan
merengkuh warna perak kabut
kini tinggal kenangan
Merambung
rinduku redam direnggut takdir
2007
4.09.2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar