senja mulai menyipit
mengantar mentari rebah ke balik bukit
tapi ruang tak pernah sempit
melebar melampaui cakrawala
itulah yang setiap hari kuarungi
sampai batas waktu yang tak tertanggungi
Juli, 5, 2009
7.05.2009
AKU HARI INI
telah tujuh dasa warsa lebih
kuarungi
samudera luas mengawang
kaki langit jauh menyangga di ujung sawang
kepada siapa aku harus berterima kasih
kecuali kepada-Mu
tuhan
Juli 3, 2009
Ultahku ke-71 tahun
kuarungi
samudera luas mengawang
kaki langit jauh menyangga di ujung sawang
kepada siapa aku harus berterima kasih
kecuali kepada-Mu
tuhan
Juli 3, 2009
Ultahku ke-71 tahun
SANG BUMI RUWA JURAI
selepas labuh
di gerbang teluk berbukit-bukit
nyiur, padi, rerumputan hijau terhampar
angin berdesau hangat
orang-orang ceria berpantun ria
dan langit jernih menyapa ramah
di sanalah sang bumi ruwa jurai
negeri dara-dara manis beria di tepian
bujang-bujang bercanda di pematang
maka jabatlah jemari-jemari
satukan hati dan nurani
kita bertaut dalam rumpun esa
ditayungi siger emas kuning membara
4.30.2009
TAPIS KENANGAN

Segera akan hadir di Blog ini
Cerita Bersambung berjudul TAPIS KENANGAN sebuah cerita yang berlatar adat isitiadat daerahku "LAMPUNG" Sengaja kutampilkan untuk mengenalkan kepada anak-anak muda daerah tentang kekayaan dan keagungan budaya daerah kita.
Cerita ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1980 oleh Depdikbud Dir. Pengembangan Sastra Daerah berjudul "Songket Kenangan" kemudian diterbitkan kembali pada tahun 1982 oleh Penerbit Balai Pustaka Jakarta dengan beberapa kali cetak ulang. Untuk blog ini judulnya saya sesuaikan dengan kain khas daerah Lampung "Tapis Kenangan". Tunggulah segera akan tampil di blog ini. Selamat membaca!
4.10.2009
TANJUNGKARANG
di semerbak tubuhmu
gairahku lumat
hidup dan ajal menggeliat
Tanjungkarang
bayangmu menyentuh hati rapuh
di sudut lembahmu ragaku berlabuh
gairahku lumat
hidup dan ajal menggeliat
Tanjungkarang
bayangmu menyentuh hati rapuh
di sudut lembahmu ragaku berlabuh
4.09.2009
MERAMBUNG
Merambung
desa kecil di lereng Rajabasa
saat garang matahari menebar cahaya
lahan dan ladang gersang
melebarkan derita
melepas cinta redam di dada
memudar rindu di rongga kata
Merambung
desa kecil di lereng rajabasa
sisa gunung api yang pernah jaya
merekam sejarah perlawanan
di abad delapan belas silam
lereng-lerengnya kini gersang
batang cengkeh dambaan
runtuh ditebas keserakahan
tak ada lagi gadis-gadis
bergelang kaki emas
berkain tapis serat nanas
berjalan ke pekan menyunggi keranjang
dengan bibir merah alami dan wajah riang
bila malam saat bulan sabit menyunggi langit
gardu jaga sepi
tak ada lagi bujang yang memetik mendolin
melagukan tembang kasih
seputih bunga kopi
Merambung
desa kecil di lereng Rajabasa
terpanggang kemarau berkepanjangan
puncak, lereng, lembah,
tak menyisakan rumput dan ilalang
dan anak sungainya
kehilangan aroma belerang
Merambung
rindu sejoli yang telah renta
hasrat meyambangi hijau dedaunan
merengkuh warna perak kabut
kini tinggal kenangan
Merambung
rinduku redam direnggut takdir
2007
desa kecil di lereng Rajabasa
saat garang matahari menebar cahaya
lahan dan ladang gersang
melebarkan derita
melepas cinta redam di dada
memudar rindu di rongga kata
Merambung
desa kecil di lereng rajabasa
sisa gunung api yang pernah jaya
merekam sejarah perlawanan
di abad delapan belas silam
lereng-lerengnya kini gersang
batang cengkeh dambaan
runtuh ditebas keserakahan
tak ada lagi gadis-gadis
bergelang kaki emas
berkain tapis serat nanas
berjalan ke pekan menyunggi keranjang
dengan bibir merah alami dan wajah riang
bila malam saat bulan sabit menyunggi langit
gardu jaga sepi
tak ada lagi bujang yang memetik mendolin
melagukan tembang kasih
seputih bunga kopi
Merambung
desa kecil di lereng Rajabasa
terpanggang kemarau berkepanjangan
puncak, lereng, lembah,
tak menyisakan rumput dan ilalang
dan anak sungainya
kehilangan aroma belerang
Merambung
rindu sejoli yang telah renta
hasrat meyambangi hijau dedaunan
merengkuh warna perak kabut
kini tinggal kenangan
Merambung
rinduku redam direnggut takdir
2007
12.22.2008
PERJALANAN
masih jauh perjalanan
tubuh terkulai
tapi hasrat di hati
lekat pada tujuan
melati terserak di tanah basah
menaungi jasad kejang beku
tergeletak diam di lahat bisu
jiwa saja yang meneruskan langkah
menuju ujung teramat jauh
melewati onak di pangkal labuh
sakit dan senang Dia tentukan
langkah barulah berarti
bila telah mencapai tepi
marak kepada-Mu ya Rabbi
tubuh terkulai
tapi hasrat di hati
lekat pada tujuan
melati terserak di tanah basah
menaungi jasad kejang beku
tergeletak diam di lahat bisu
jiwa saja yang meneruskan langkah
menuju ujung teramat jauh
melewati onak di pangkal labuh
sakit dan senang Dia tentukan
langkah barulah berarti
bila telah mencapai tepi
marak kepada-Mu ya Rabbi
9.03.2008
RAMADHAN
Ramadhan
Bulan pembakaran
Pencerah iman dan taqwa keabadian
Ramadhan
Bulan wajib puasa
bagi orang-orang yang percaya
Hai orang-orang yang beriman
wajib atas kamu berpuasa
seperti telah diwajibkan
kepada orang-orang terdahulu
supaya kamu bertaqwa
Ramadah
bulan diturunkan-Nya Al-qur-an
petunjuk maha adil
penjelas
bagi yang hak dan bathil
(Dari Surat Al-Baqarah 183 da184)
Bulan pembakaran
Pencerah iman dan taqwa keabadian
Ramadhan
Bulan wajib puasa
bagi orang-orang yang percaya
Hai orang-orang yang beriman
wajib atas kamu berpuasa
seperti telah diwajibkan
kepada orang-orang terdahulu
supaya kamu bertaqwa
Ramadah
bulan diturunkan-Nya Al-qur-an
petunjuk maha adil
penjelas
bagi yang hak dan bathil
(Dari Surat Al-Baqarah 183 da184)
6.20.2008
Gadis Desa Merambung
Gadis Desa Merambung adalah judul novel saya yang akan segera terbit. Diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Ilmu Semarang. Novel ini berkisah tentang keuletan, ketekunan, dan kesetiaan seorang gadis desa kecil Merambung. Merambung adalah sebuah desa di Kalianda Lampung Selatan. Desa ini berada di lereng Gunung Rajabasa, gunung berapi yang sudah padam. Dipilih oleh saya sebagai setting cerita karena desa ini unik. Penduduknya kebanyakan adalah keturunan orang Banten yang bermigrasi ke sana sekitar abad ke-17 pada saat terjadi pergolakan Radin Intan melawan pemerintahan kolonial Belanda. Mereka membantu orang-orng Lampung melawan Belanda.
Gadis Desa Merambung berkisah tentang seorang gadis yang ketika di desa terjadi paceklik akibat kemarau panjang mencoba merantau ke kota. Pacarnya sudah melarang, tetapi ia bersikukuh akan pergi. Ia pergi bersama temannya. Oleh temannya dia dijebloskan ke daerah hitam. Beruntung dia bisa melarikan diri. Dibantu oleh seorang polisi yang kebetulan satu daerah ia bisa pulang ke desanya kembali. Ketika sampai di desa, ia tidak menemukan pacarnya. Sang pacar pergi dari desa karena kecewa ditinggal kekasih. Gadis desa itu bersabar menanti kekasihnya kembali.
Sementar sang kekasih juga terdampar di kota. Karena tidak berpendidikan ia bekerja sebagai kuli angkut di sebuah setasiun kereta. Ia tinggal di gubuk-gubuk liar di pinggiran rel. Bergaul dengan wanita-wanita gelandangan.Kemudian saling jatuh cinta. Mereka hidup bersama.
Malang, gubuk-gubuk liar itu dibongkar oleh Kamtib, para gelandang ditangkapi. Saat terjadi pembongkaran dan razia, si lelaki sedang tidak berada di tempat.Ketika ia pulang, ia tidak menemukan tempat tinggalnya, tidak juga menemukan kekasih teman hidup bersamanya.
Dalam keadaan putus asa dia bersua dengan orang sekampung. Orang itu menyampaikan keadaan kampungnya dan kekasihnya. Ternyata kekasihnya tidak jadi bekerja di kota dan sampai sekarang masih setia menunggu. Temannya meminta agar dia pulang. Lelaki ini pulang. Bersua lagi dengan pacar lama. Mereka menikah. Saat bulan madu, di suatu pasar ia bersua dengan teman hidup bersamanya dulu di kota saat dia menjadi gelandangan. Bagaimanakah kelanjutan ceritanya? Bacalah nanti di novelnya. Pasti menarik. Karena ditulis dengan bahasa yang baik, penuturan yang lugas, dan konfliknya sangat menarik.
Selamat membaca!
Gadis Desa Merambung berkisah tentang seorang gadis yang ketika di desa terjadi paceklik akibat kemarau panjang mencoba merantau ke kota. Pacarnya sudah melarang, tetapi ia bersikukuh akan pergi. Ia pergi bersama temannya. Oleh temannya dia dijebloskan ke daerah hitam. Beruntung dia bisa melarikan diri. Dibantu oleh seorang polisi yang kebetulan satu daerah ia bisa pulang ke desanya kembali. Ketika sampai di desa, ia tidak menemukan pacarnya. Sang pacar pergi dari desa karena kecewa ditinggal kekasih. Gadis desa itu bersabar menanti kekasihnya kembali.
Sementar sang kekasih juga terdampar di kota. Karena tidak berpendidikan ia bekerja sebagai kuli angkut di sebuah setasiun kereta. Ia tinggal di gubuk-gubuk liar di pinggiran rel. Bergaul dengan wanita-wanita gelandangan.Kemudian saling jatuh cinta. Mereka hidup bersama.
Malang, gubuk-gubuk liar itu dibongkar oleh Kamtib, para gelandang ditangkapi. Saat terjadi pembongkaran dan razia, si lelaki sedang tidak berada di tempat.Ketika ia pulang, ia tidak menemukan tempat tinggalnya, tidak juga menemukan kekasih teman hidup bersamanya.
Dalam keadaan putus asa dia bersua dengan orang sekampung. Orang itu menyampaikan keadaan kampungnya dan kekasihnya. Ternyata kekasihnya tidak jadi bekerja di kota dan sampai sekarang masih setia menunggu. Temannya meminta agar dia pulang. Lelaki ini pulang. Bersua lagi dengan pacar lama. Mereka menikah. Saat bulan madu, di suatu pasar ia bersua dengan teman hidup bersamanya dulu di kota saat dia menjadi gelandangan. Bagaimanakah kelanjutan ceritanya? Bacalah nanti di novelnya. Pasti menarik. Karena ditulis dengan bahasa yang baik, penuturan yang lugas, dan konfliknya sangat menarik.
Selamat membaca!
5.10.2008
PERAWAN MARYAM
1.
Perempuan lugu setengah baya itu
melangkah tegar
kandungannya telah mendekati bulan kelahiran
dia memang sangat mendambakan kehadiran buah cinta
seorang anak lelaki
penerus generasi
dari lelaki pilihan Tuhan
Imran
dengan wajah ceria dia berdoa,
“Ya, Tuhanku
anak dalam kandunganku ini
adalah nazarku kepada-Mu
jadikanlah dia hamba
yang taat hanya kepada Engkau
Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.”
namun, dari rahim perempuan lugu itu
lahir seorang anak perempuan
tak ada sesal, tiada kesal
perempuan itu tetap berserah diri
“Terima kasih,Tuhanku
dia adalah pilihanmu
kunamakan anak ini Maryam
aku mohon kepada-Mu
perlindungan bagi keturunannya.”
Tuhan melindungi dan mendidik
perawan Maryam
Dia menentukan pengasuhnya
Zakaria sang paman
pemelihara Baitul Magdis
Setiap kali Zakaria menemui Maryam di migrab
di sisinya senantiasa tersedia
berbagai penganan
Zakaria bertanya,
“Dari mana kau dapat makanan itu?”
Ramah perawan Maryam menjawab,
“Dari Allah.
Dia memberi rezeki
kepada siapa saja yang dikehendaki.”
2.
Ketika Maryam mulai beranjak remaja
Jibril datang dan berkata,
“Hai Maryam
Allah memilihmu,
mensucikan dan melebihkanmu
dari perempuan-perempuan lain di alam ini
Patuhlah pada Tuhanmu
sujud dan ruku
bersama orang-orang yang ruku.”
Beberapa masa kemudian
Jibril muncul lagi di hadapan Maryam
Mariam takzim memberi salam,
“Salam ya Malaikat Tuhan
pesan apa gerangan yang hendak kausampaikan?”
Lembut Jibril berujar,
“Ya, Maryam aku membawa seruan Tuhan
Allah memberi kabar gembira kepadamu
Engkau akan memperoleh putra
Almasih - si pengembara.
Isa putra Maryam
yang kelak menjadi orang terkemuka
di dunia dan akhirat
menjadi salah seorang dari mereka
yang dekat kepada Allah
dia dapat bercakap-cakap
sejak masih dalam buaian
dia merupakan salah seorang di antara
orang-orang saleh.”
Maryam terpana,
runduk bertanya,
“Ya Tuhanku
akankah aku memperoleh anak
sebelum ada lelaki yang menyentuhku?”
Begitulah Allah
menciptakan yang dikehendaki-Nya
Apabila Dia memutuskan sesuatu
Dia hanya cukup berkata “jadilah”
maka jadilah dia
Allah akan mengajarkan kepada Isa
kitab, hikmah, Taurat, dan Injil
dia akan menjadi rasul Bani Israil
3.
Perawan Maryam mengandung
Hatinya cemas dan gelisah
pergunjingan bakal menghadang
dia mengasingkan diri
ke tempat nun jauh
jauh sekali
tiba saat melahirkan
dia bernaung di bawah sebatang pohon kurma
hati gundah, perasaan resah
Maryam mengeluh;
“Alangkah baik jika aku mati saja
dengan begitu aku ‘kan terlupakan
sirna dari kaum dan kerabat.”
Suara Jibril menggema
“Maryam, jangan engkau berduka
Tuhan telah menjadikan anak sungai di depanmu!
Goyangkanlah pohon kurma itu
buah kurma masak
akan berjatuhan di hadapanmu
makan, minum, dan bergembiralah!”
was-was dan cemas menghujam di hati,
“Bagaimana kelak aku menghyadapi
kaum dan kerabat?”
getar suara Jibril,
lembut
penyejuk gundah hati,
“Jika kelak engkau bertemu seseorang
katakan,
Aku telah berjanji kepada Allah
berpuasa pada hari ini
tak ingin bercakap dengan siapa pun!”
Dari rahim perawan Maryam
lahirlah sesosok lelaki kecil
sehat, rupawan, berwajah menawan
Maryam menggendongnya
penuh kasih dan sayang
membawa lelaki kecil itu kepada kaumnya
Kaumnya terkejut menyaksikan
bayi dalam dekapan Maryam
sak dan prasangka menghujam
“Engkau telah membuat perkara
dalam kaum kita
Tahukah engkau, wahai saudara perempuan Harun
ayahmu bukan lelaki jahat
ibumu tak pernah berbuat laknat
anak siapa gerangan dalam dukunganmu?”
Maryam memberi isyarat
agar kaumnya bertanya
kepada bayi dalam rengkuhan
tak yakin mereka,
”Bertanya kepada bayi
mampukah dia berbicara?”
Tiba-tiba
Bayi dalam gendongan Maryam menyahut
membuat kerabat terkejut,
“Sesungguhnya
aku adalah hamba Allah
Allah memberiku kitab
menjadikan aku seorang Nabi
Allah memberkati aku di mana aku berada
Dia memerintahkan aku salat dan zakat
berbuat baik kepada ibu sepanjang hayat
Allah tidak mejadikan aku congkak dan celaka
Keselamatan atasku pada hari dilahirkan,
wafat, dan dibangkitkan
Sesungguhnya Allah
adalah Tuhanku
dan Tuhan kamu
Sembahlah Dia
Inilah jalan yang lurus!”
Allah menjadikan
putera Maryam dan ibunya
sebagai tanda kekuasaan-Nya
2007
(Sumber QS : Ali Imran, Maryam dan Al-Mukminun)
Perempuan lugu setengah baya itu
melangkah tegar
kandungannya telah mendekati bulan kelahiran
dia memang sangat mendambakan kehadiran buah cinta
seorang anak lelaki
penerus generasi
dari lelaki pilihan Tuhan
Imran
dengan wajah ceria dia berdoa,
“Ya, Tuhanku
anak dalam kandunganku ini
adalah nazarku kepada-Mu
jadikanlah dia hamba
yang taat hanya kepada Engkau
Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.”
namun, dari rahim perempuan lugu itu
lahir seorang anak perempuan
tak ada sesal, tiada kesal
perempuan itu tetap berserah diri
“Terima kasih,Tuhanku
dia adalah pilihanmu
kunamakan anak ini Maryam
aku mohon kepada-Mu
perlindungan bagi keturunannya.”
Tuhan melindungi dan mendidik
perawan Maryam
Dia menentukan pengasuhnya
Zakaria sang paman
pemelihara Baitul Magdis
Setiap kali Zakaria menemui Maryam di migrab
di sisinya senantiasa tersedia
berbagai penganan
Zakaria bertanya,
“Dari mana kau dapat makanan itu?”
Ramah perawan Maryam menjawab,
“Dari Allah.
Dia memberi rezeki
kepada siapa saja yang dikehendaki.”
2.
Ketika Maryam mulai beranjak remaja
Jibril datang dan berkata,
“Hai Maryam
Allah memilihmu,
mensucikan dan melebihkanmu
dari perempuan-perempuan lain di alam ini
Patuhlah pada Tuhanmu
sujud dan ruku
bersama orang-orang yang ruku.”
Beberapa masa kemudian
Jibril muncul lagi di hadapan Maryam
Mariam takzim memberi salam,
“Salam ya Malaikat Tuhan
pesan apa gerangan yang hendak kausampaikan?”
Lembut Jibril berujar,
“Ya, Maryam aku membawa seruan Tuhan
Allah memberi kabar gembira kepadamu
Engkau akan memperoleh putra
Almasih - si pengembara.
Isa putra Maryam
yang kelak menjadi orang terkemuka
di dunia dan akhirat
menjadi salah seorang dari mereka
yang dekat kepada Allah
dia dapat bercakap-cakap
sejak masih dalam buaian
dia merupakan salah seorang di antara
orang-orang saleh.”
Maryam terpana,
runduk bertanya,
“Ya Tuhanku
akankah aku memperoleh anak
sebelum ada lelaki yang menyentuhku?”
Begitulah Allah
menciptakan yang dikehendaki-Nya
Apabila Dia memutuskan sesuatu
Dia hanya cukup berkata “jadilah”
maka jadilah dia
Allah akan mengajarkan kepada Isa
kitab, hikmah, Taurat, dan Injil
dia akan menjadi rasul Bani Israil
3.
Perawan Maryam mengandung
Hatinya cemas dan gelisah
pergunjingan bakal menghadang
dia mengasingkan diri
ke tempat nun jauh
jauh sekali
tiba saat melahirkan
dia bernaung di bawah sebatang pohon kurma
hati gundah, perasaan resah
Maryam mengeluh;
“Alangkah baik jika aku mati saja
dengan begitu aku ‘kan terlupakan
sirna dari kaum dan kerabat.”
Suara Jibril menggema
“Maryam, jangan engkau berduka
Tuhan telah menjadikan anak sungai di depanmu!
Goyangkanlah pohon kurma itu
buah kurma masak
akan berjatuhan di hadapanmu
makan, minum, dan bergembiralah!”
was-was dan cemas menghujam di hati,
“Bagaimana kelak aku menghyadapi
kaum dan kerabat?”
getar suara Jibril,
lembut
penyejuk gundah hati,
“Jika kelak engkau bertemu seseorang
katakan,
Aku telah berjanji kepada Allah
berpuasa pada hari ini
tak ingin bercakap dengan siapa pun!”
Dari rahim perawan Maryam
lahirlah sesosok lelaki kecil
sehat, rupawan, berwajah menawan
Maryam menggendongnya
penuh kasih dan sayang
membawa lelaki kecil itu kepada kaumnya
Kaumnya terkejut menyaksikan
bayi dalam dekapan Maryam
sak dan prasangka menghujam
“Engkau telah membuat perkara
dalam kaum kita
Tahukah engkau, wahai saudara perempuan Harun
ayahmu bukan lelaki jahat
ibumu tak pernah berbuat laknat
anak siapa gerangan dalam dukunganmu?”
Maryam memberi isyarat
agar kaumnya bertanya
kepada bayi dalam rengkuhan
tak yakin mereka,
”Bertanya kepada bayi
mampukah dia berbicara?”
Tiba-tiba
Bayi dalam gendongan Maryam menyahut
membuat kerabat terkejut,
“Sesungguhnya
aku adalah hamba Allah
Allah memberiku kitab
menjadikan aku seorang Nabi
Allah memberkati aku di mana aku berada
Dia memerintahkan aku salat dan zakat
berbuat baik kepada ibu sepanjang hayat
Allah tidak mejadikan aku congkak dan celaka
Keselamatan atasku pada hari dilahirkan,
wafat, dan dibangkitkan
Sesungguhnya Allah
adalah Tuhanku
dan Tuhan kamu
Sembahlah Dia
Inilah jalan yang lurus!”
Allah menjadikan
putera Maryam dan ibunya
sebagai tanda kekuasaan-Nya
2007
(Sumber QS : Ali Imran, Maryam dan Al-Mukminun)
Langgan:
Entri (Atom)